SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Teknologi IoT Karya Mahasiswa UPER Bikin Pemberian Pakan Ikan Lele Lebih Efisien

×

Teknologi IoT Karya Mahasiswa UPER Bikin Pemberian Pakan Ikan Lele Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Universitas Pertamina memamerkan Smart Feeding System berbasis IoT. Foto: Humas Uper

Jakarta (MAWARTA) — Inovasi teknologi terus lahir dari kalangan mahasiswa. Dua mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER) merancang teknologi Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas budidaya ikan, khususnya ikan lele.

Adalah Adelard Zafri Ramadhan dan M. Syaifullah Yusuf Habibi yang mengembangkan sistem pakan cerdas tersebut sebagai solusi atas persoalan klasik dalam budidaya ikan, yakni ketidakefisienan pemberian pakan dan keterbatasan pemantauan kondisi kolam secara berkelanjutan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Ikan lele sendiri merupakan komoditas penting dalam sistem pangan nasional. Produksi nasional lele pada tahap pembesaran tercatat mencapai lebih dari 1,15 juta ton pada 2024, menjadikannya komoditas budidaya air tawar terbesar kedua di Indonesia setelah ikan nila.

Namun, tingginya produksi tersebut masih dihadapkan pada tantangan kehilangan dan pemborosan pangan akibat manajemen budidaya yang belum optimal.

Menjawab tantangan tersebut, Smart Feeding System dirancang untuk mengatur pemberian pakan secara otomatis sekaligus memantau kualitas air kolam secara real time.

BACA JUGA:  Ingat "Jas Merah", Jajaran Rutan Kabanjahe Kanwil Kemenkumham Sumut Ziarah dan Tabur Bunga

Sistem ini memanfaatkan sensor kualitas air, pengendali utama, serta penggerak pakan yang terhubung dengan aplikasi digital Blynk, sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh.

“Berdasarkan riset kami, keterlambatan atau kelebihan pemberian pakan dapat berdampak pada kesehatan ikan. Sisa pakan yang berlebihan juga mencemari air dan berisiko menyebabkan ikan sakit hingga mati,” ujar Adelard.

Dalam tahap pengujian, sistem ini mampu menjaga kualitas air kolam pada kisaran pH 6,5 hingga 8,0 yang aman bagi ikan. Proses pemberian pakan pun berjalan lebih teratur dan responsif sesuai perintah dari aplikasi.

“Setiap perintah dapat langsung dijalankan oleh alat, sehingga pembudidaya bisa mengontrol pakan dan kondisi kolam secara lebih mudah dan efisien,” tambahnya.

Inovasi tersebut dipamerkan dalam Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering 2026 (IDEEE 2026), ajang pameran karya inovatif mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina. Pada tahun ini, IDEEE menampilkan puluhan karya mahasiswa dari mata kuliah Mikrokontroler dan Capstone Design.

BACA JUGA:  SMPN 3 Berastagi Terus Tingkatkan Kompetensi Guru dan Tenaga Pendidik

Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER, Muhammad Abdillah, menyebut pameran tersebut menjadi wadah mahasiswa untuk menghadirkan solusi atas tantangan nyata di masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya mengembangkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan masyarakat dan perspektif keberlanjutan. Berbagai inovasi dipamerkan, mulai dari sistem pemungutan sampah otomatis hingga pendingin portabel untuk transplantasi organ,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Rektor Universitas Pertamina Wawan Gunawan A. Kadir. Ia menegaskan komitmen kampus dalam mendorong pengembangan teknologi berkelanjutan.

“Universitas Pertamina berkomitmen menjadi pusat inovasi energi dan teknologi yang mendukung keberlanjutan serta pencapaian Sustainable Development Goals,” katanya.

Melalui inovasi seperti Smart Feeding System, Universitas Pertamina terus mendorong generasi muda berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan sektor pangan nasional.