SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Gembala Jemaat GWI Namobintang Ajak Jemaat Tinggalkan Kekuatiran dan Hidupi Iman

×

Gembala Jemaat GWI Namobintang Ajak Jemaat Tinggalkan Kekuatiran dan Hidupi Iman

Sebarkan artikel ini
dr. Supredo Sembiring Kembaren
Ketua Gembala Jemaat GWI Namobintang Medan, dr. Supredo Sembiring Kembaren menyampaikan Firman Tuhan. (Foto: Mawarta/Tison)

Medan (MAWARTA) – Ketua Gembala Jemaat Gereja Wesleyan Indonesia (GWI) Namobintang, dr. Supredo Sembiring Kembaren, mengajak jemaat untuk meninggalkan kekuatiran hidup dan membangun iman yang sungguh kepada Tuhan dalam ibadah Minggu, 7 Desember 2025 di Gedung Gereja GWI Namobintang.

Dalam penyampaian firman Tuhan yang diambil dari Matius 6:30, Matius 8:26, Matius 14:31, Matius 16:8 dan Matius 17:20, dr. Supredo menyampaikan bahwa Yesus berulang kali menegur murid-murid-Nya dengan kalimat yang sama: “Hai kamu yang kurang percaya.” Menurutnya, teguran itu bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk membentuk iman yang dewasa.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Yesus ingin umat-Nya tidak dikuasai rasa takut dan kekuatiran. Tuhan memelihara rumput di ladang, menghardik badai, menolong Petrus, dan memindahkan gunung melalui iman. Itu berarti, hidup kita aman dalam tangan-Nya,” kata dr. Supredo saat khotbah.

BACA JUGA:  Ahmad Qosbi: Jemaah Haji Harus Pelihara Kemabruran dengan Sikap Terpuji

Ia menjelaskan bahwa kekuatiran sering membuat manusia gagal melihat kuasa Tuhan. Seperti para murid yang panik saat badai, atau Petrus yang mulai tenggelam ketika ia memandang angin daripada memandang Yesus.

“Yang membuat kita tenggelam bukan badai, tetapi hati yang bimbang. Yesus selalu ada untuk menolong, tetapi iman harus berjalan di depan,” sambungnya.

Melalui Matius 17:20, dr. Supredo mengingatkan bahwa iman sebesar biji sesawi saja sanggup memindahkan gunung. Gunung di sini menggambarkan masalah besar, situasi yang sulit dan tantangan hidup yang seolah tidak mungkin diselesaikan manusia.

“Tuhan tidak minta iman yang sempurna, tetapi iman yang sungguh. Kalau kita percaya, tidak ada yang mustahil, sebab Tuhan bekerja melalui orang yang percaya,” tegasnya di hadapan jemaat.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Bebaskan Biaya SMA–SMK di Daerah Bencana dan Kepulauan Nias

Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat, diikuti oleh seluruh jemaat dari berbagai usia. Pujian, penyembahan, dan doa bersama menjadi bagian dari rangkaian ibadah Minggu tersebut.

Di akhir khotbah, dr. Supredo menegaskan bahwa orang percaya dipanggil untuk hidup dengan keyakinan bahwa Tuhan sanggup memelihara hidup, menenangkan badai, menolong di tengah ketakutan, mengajar dalam kekurangan, dan melakukan hal yang tidak mungkin.

“Kuncinya adalah iman. Mengapa kamu kurang percaya? Pertanyaan Yesus ini menjadi ajakan bagi kita semua untuk kembali percaya penuh kepada Tuhan,” tutupnya.

Ibadah ditutup dengan doa berkat dan salam kasih dari seluruh jemaat. (Son)