SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Ev. Jones Selnov Lubis: Orang Benar Akan Hidup oleh Iman

×

Ev. Jones Selnov Lubis: Orang Benar Akan Hidup oleh Iman

Sebarkan artikel ini
Ev. Jones Selnov Lubis. (Foto: Mawarta)

Medan (MAWARTA) – Ibadah Minggu di Gereja Wesleyan Indonesia Namobintang pada Minggu (16/11) berlangsung penuh sukacita dan kekhidmatan.

Jemaat memenuhi rumah Tuhan dengan hati yang rindu mendengarkan firman, sementara ibadah dipimpin dalam suasana teduh dan penuh penyembahan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Firman Tuhan pada ibadah kali ini disampaikan oleh Ev. Ir. Jones Selnov Lubis, dengan tema: “Orang Benar Akan Hidup oleh Iman”, mengacu pada ayat pokok Roma 1:16–17.

Ev. Jones menegaskan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, tetapi anugerah bagi mereka yang sungguh-sungguh menaruh iman kepada Kristus.

“Keselamatan itu menjadi bagian bagi semua yang percaya,” tegasnya, mengingatkan jemaat agar tidak mengandalkan kekuatan atau perbuatan, melainkan iman.

Mengutip Ibrani 11:1, pengkhotbah menjelaskan bahwa iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari apa yang tidak kita lihat.

BACA JUGA:  Helmax Alex Sebastian Tampubolon Beserta Ratusan Massa Pemenangan Hadiri Kedatangan Capres Prabowo Di GOR Pancing

Iman bukan sekadar pengakuan, tetapi keyakinan yang dibuktikan melalui kehidupan sehari-hari.

Dalam khotbahnya, Ev. Jones mengangkat kisah sepuluh penderita kusta yang disembuhkan Yesus, namun hanya satu orang yang kembali kepada-Nya.

“Yang satu itu percaya dan kembali bersyukur. Yang sembilan lainnya pergi entah ke mana,” ujarnya. Kisah ini menjadi pengingat bahwa tidak semua orang yang menerima berkat hidup dalam iman dan ucapan syukur.

Ev. Jones juga menekankan pentingnya membaca Alkitab setiap hari. Ia mengutip Mazmur 119:105, “Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku,” untuk mengajak jemaat menjadikan firman sebagai dasar setiap langkah kehidupan.

“Orang percaya tidak boleh berjalan dalam gelap. Firmanlah yang harus menuntun,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa memberi tanpa kasih hanya membuat seseorang ingin dikenal atau dipuji.

“Orang bisa memberi tanpa kasih, tetapi orang yang mengasihi tidak akan tidak memberi,” tegasnya, menyoroti bahwa kasih sejati selalu menghasilkan tindakan nyata.

BACA JUGA:  Naikkan Kelas UMKM, Kelurahan Gang Buntu Buka Centra UMKM

Ibadah ditutup dengan doa syafaat, membawa jemaat pada komitmen untuk hidup dalam iman yang sejati, bersyukur atas setiap berkat, dan terus berpegang pada firman Tuhan sebagai pelita hidup. (Tison)