SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Belajar dari Nehemia: Iman, Visi, dan Tindakan Nyata

×

Belajar dari Nehemia: Iman, Visi, dan Tindakan Nyata

Sebarkan artikel ini
Pdm Jemmi Maufra Ginting. (Foto: Mawarta)

Namobintang (MAWARTA) — Suasana penuh sukacita dan hadirat Tuhan mewarnai ibadah Minggu di Gereja GWI Namobintang, pada Minggu (26/10/2025).

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdm. Jemmi Maufra Ginting dengan tema khotbah “Visi Nehemia”, diambil dari Nehemia 1:1–11.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Dalam khotbahnya, Pdm. Jemmi mengajak jemaat untuk meneladani sosok Nehemia seorang pelayan Tuhan yang memiliki visi besar, hati yang peduli, dan iman yang teguh pada janji Tuhan.

Meski hidup nyaman sebagai juru minuman Raja Artahsasta di Persia, Nehemia tidak tinggal diam ketika mendengar kabar bahwa tembok Yerusalem runtuh dan bangsanya hidup dalam penderitaan.

Ia berdoa, berpuasa, dan memohon pimpinan Tuhan agar dapat kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali kota Tuhan.

“Nehemia tidak hanya berdoa, tetapi juga bertindak. Ia percaya pada janji Tuhan bahwa bangsa yang bertobat akan dipulihkan. Inilah yang disebut visi yang lahir dari iman,” ujar Pdm. Jemmi dalam khotbahnya.

Dalam penyampaiannya, Pdm. Jemmi menjelaskan bahwa dari kisah Nehemia, ada tiga visi utama yang patut diteladani oleh setiap orang percaya:

BACA JUGA:  Kapolsek Medan Tuntungan Berikan Kelegaan Bagi Pengendara Yang Berpuasa

1. Visi Pemulihan Rohani
Nehemia menyadari bahwa kehancuran tembok Yerusalem berasal dari dosa umat. Karena itu, ia memulai dari doa dan pertobatan.
“Pemulihan sejati harus dimulai dari hati yang kembali kepada Tuhan,” jelasnya.

2. Visi Kepemimpinan yang Melayani
Nehemia meninggalkan kenyamanan istana demi bangsanya. Ia memimpin dengan hati, turun langsung, dan menjadi teladan bagi rakyatnya.

3. Visi Pembangunan dan Persatuan
Nehemia mempersatukan rakyat untuk membangun kembali tembok Yerusalem.
“Dengan iman, kerja sama, dan semangat, apa yang runtuh bisa berdiri kembali,” tutur Pdm. Jemmi.

Nehemia Percaya pada Janji Tuhan

Pdm. Jemmi juga menegaskan bahwa kekuatan Nehemia terletak pada imannya kepada janji Tuhan. Dalam doanya (Nehemia 1:8–9), Nehemia mengingatkan Tuhan akan firman-Nya kepada Musa: bahwa jika umat bertobat, Tuhan akan mengumpulkan mereka kembali. Kepercayaan inilah yang memberi Nehemia keberanian untuk melangkah.

“Nehemia percaya bahwa janji Tuhan tidak pernah gagal. Iman seperti inilah yang harus dimiliki setiap orang percaya di tengah tantangan hidup,” ujar sang pendeta dengan penuh semangat.

BACA JUGA:  Lewati Lembah Kekelaman Bersama Tuhan, Pesan Khotbah Perdana 2026 di GWI Namobintang

Memohon Surat Kuasa: Tindakan Iman yang Nyata

Setelah berdoa, Nehemia menghadap Raja Artahsasta dan memohon surat kuasa agar dapat kembali ke Yerusalem membangun kembali tembok kota Tuhan (Nehemia 2:7–8).

Tuhan bekerja luar biasa, sang raja mengabulkan permintaan itu dan memberi izin serta perlindungan penuh.

“Nehemia tidak hanya menunggu mujizat, tetapi melangkah dengan iman. Doa dan tindakan harus berjalan bersama. Dan ketika tangan Tuhan menyertai, segala pintu akan terbuka,” ungkap Pdm. Jemmi.

Pesan Penutup: Miliki “Visi Nehemia” dalam Hidup

Ibadah ditutup dengan doa bersama agar jemaat memiliki “visi Nehemia”  visi yang lahir dari doa, dikuatkan oleh iman, dan diwujudkan dengan tindakan nyata.

Jemaat diajak untuk tetap percaya pada janji Tuhan, tidak menyerah dalam situasi sulit, dan terus membangun kehidupan rohani, keluarga, serta pelayanan dengan semangat dan kesatuan hati.

“Mari kita menjadi seperti Nehemia berdoa, percaya, dan bertindak. Karena ketika kita melangkah dengan visi dari Tuhan, tidak ada tembok yang mustahil untuk dibangun kembali,” tutup Pdm. Jemmi. (Tison)