SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NASIONAL

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, MIPI: Pendidikan dan Kesejahteraan Jadi Tolok Ukur Keberhasilan

×

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo, MIPI: Pendidikan dan Kesejahteraan Jadi Tolok Ukur Keberhasilan

Sebarkan artikel ini
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

Jakarta (MAWARTA) — Genap satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai lembaga ilmiah dan masyarakat sipil mulai menilai arah kebijakan pembangunan nasional.

Salah satunya datang dari Masyarakat Ilmu Pengetahuan Indonesia (MIPI). Melalui pernyataan resminya, Prof. Muhadam Labolo, selaku Dewan Pakar MIPI, menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan dapat diukur dari dua indikator utama: pendidikan dan kesejahteraan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Saya kira ada dua hal penting yang selalu diukur oleh kita, yaitu bagaimana tingkat pendidikan dan bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan,” ujar Prof. Muhadam, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, kesejahteraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup.

BACA JUGA:  Satgas PKH Serahkan Rp6,6 Triliun dan 893 Ribu Hektare Kawasan Hutan ke Negara

Prof. Muhadam menilai pemerintahan Prabowo–Gibran telah menunjukkan komitmen kuat memperkuat kedua sektor tersebut melalui berbagai program prioritas nasional.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah bentuk nyata upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan Sekolah Rakyat yang sedang dirancang menunjukkan itikad kuat Presiden Prabowo membangun kualitas pendidikan yang lebih ideal,” jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti besarnya harapan publik terhadap arah pembangunan ke depan, terutama dari kalangan muda.

“Sekitar 49 persen kaum milenial berharap agar pemerintahan Prabowo dapat memfasilitasi penciptaan lapangan kerja. Upaya seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih dengan total anggaran sekitar Rp443 triliun menunjukkan keseriusan pemerintah menyiapkan fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” paparnya.

BACA JUGA:  Dalam rangka Wujudkan Pilkada Serentak 2024 yang Aman dan Damai, Polda Jabar gelar Doa Bersama

Prof. Muhadam juga menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) harus menjadi inti strategi ekonomi nasional.

“Jika pendidikan dan kesehatan tumbuh kuat, kesejahteraan akan mengikuti. Dua hal ini adalah indikator paling relevan untuk mengukur keberhasilan pemerintahan dalam jangka panjang,” tegasnya.

Sebagai akademisi dan pakar tata kelola pemerintahan, Prof. Muhadam menilai arah kebijakan Prabowo-Gibran yang menitikberatkan pada pembangunan manusia, kesehatan, dan kesejahteraan sosial merupakan langkah fundamental menuju visi Indonesia Emas 2045 — sebuah cita-cita bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur berbasis ilmu pengetahuan. (Cr10)