SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Muammar Z.A. Merdukan Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kado HUT ke-435

×

Muammar Z.A. Merdukan Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kado HUT ke-435

Sebarkan artikel ini
Muammar ZA lantunkan ayat suci di rumah dinas Wali Kota Medan
Lantunan ayat suci oleh K.H. Muammar Z.A. Qori internasional legendaris, melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan penuh khidmat dalam jamuan istimewa di rumah dinas Wali Kota Medan, Kamis malam (3/7/2025). (Foto: Ist)

MEDAN – Malam itu, Kamis (3/7/2025), pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan seakan menjadi ruang langit yang tenang. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema dari suara merdu K.H. Muammar Z.A., sang qori legendaris bersuara emas. Hadirin pun larut dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan.

Tak terkecuali Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang tampak terdiam khusyuk. Malam itu, bukan sekadar jamuan makan malam, tapi juga menjadi momentum spiritual yang menyatu dalam rangka menyambut HUT ke-435 Kota Medan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Kehadiran para qori dan qoriah nasional dan internasional di rumah dinas ini adalah kado terindah bagi ulang tahun Kota Medan,” ucap Rico, dengan suara yang menggambarkan rasa bangga dan haru.

BACA JUGA:  Wali Kota Medan Minta Update Progres Revitalisasi Stadion Teladan

Acara yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan itu juga dihadiri oleh sejumlah qori ternama seperti H. Fadlan Zainuddin, H. Syamsuri Firdaus, dan H. Darwin Hasibuan, serta tokoh-tokoh penting lain, di antaranya Ketua MUI Medan H. Hasan Matsum.

Dalam sambutannya, Rico mengungkapkan betapa rumah dinas yang berdiri sejak tahun 1930 itu seperti menunggu suara Muammar Z.A. selama puluhan tahun.

“Sejak dibangun, rumah ini menanti suara Muammar Z.A. Kini kerinduan itu terbayar,” ujarnya, yang disambut anggukan para tamu undangan.

Tak hanya sekadar seremoni, Rico menggarisbawahi makna penting dari hubungan antara ulama dan umara. Ia menekankan bahwa keduanya harus saling mendukung dalam pembangunan umat dan bangsa.

BACA JUGA:  Frans Dante Ginting Salurkan 80 Ton Pupuk Organik ke Petani Karo

“Ulama dan umara saling membutuhkan. Ulama bisa memberi pandangan yang netral dan bijaksana, sementara umara membutuhkan bimbingan moral dan spiritual,” sebutnya.

Lebih jauh, Rico juga mengajak para ulama untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan, tidak hanya melalui kritik membangun, tapi juga lewat doa dan nasihat kepada pemerintah.

“Kalau kita saling menguatkan, insya Allah pembangunan Kota Medan akan baik,” pungkasnya. (Son)