Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang terus berupaya menertibkan pelanggaran lalu lintas, khususnya praktik parkir liar di sepanjang Jalan Ir. Soekarno, kawasan Jatinangor.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa rambu-rambu lalu lintas serta spanduk larangan parkir dan melawan arus telah dipasang di sejumlah titik rawan pelanggaran.
“Sudah ada rambu dan spanduk larangan parkir di sepanjang Jalan Ir. Soekarno, Jatinangor dan beberapa titik lainnya,” kata Dony Ahmad Munir dalam keterangannya yang dikutip Rabu (25/6/2025) sore.
Kendati demikian, pelanggaran masih saja terjadi. Para pengendara tetap memarkirkan kendaraannya di bahu jalan, bahkan setelah dilakukan penertiban oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang.
“Kemudian petugas datang menertibkan dan membubarkan parkir liar, tapi setelah tak ada petugas, ada lagi yang parkir,” ungkap Dony.
Ia menegaskan, penertiban akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisasi risiko kecelakaan.
“Kami akan terus melakukan penertiban untuk mencegah kecelakaan,” ujarnya.
Inovasi Informasi Publik: TV Robot Hadir di Jatos
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ketertiban dan pelayanan publik, Pemkab Sumedang meluncurkan TV Robot di pusat perbelanjaan Jatinangor Town Square (Jatos), Selasa (24/6/2025).
Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Sumedang dan Nusantara Digital Solusi (NDS).
“TV Robot ini menjadi media informasi, edukasi, hiburan, dan promosi. Masyarakat bisa mengetahui apa yang kami lakukan, memberi saran, bahkan kritik agar pelayanan publik dapat terus kami perbaiki,” jelas Dony.
TV Robot diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, menyampaikan program-program pembangunan sekaligus menerima masukan demi perbaikan layanan publik.
Usulan Pembangunan Disampaikan ke Dua Menteri
Dalam momen terpisah, Bupati Dony juga menyampaikan berbagai usulan pembangunan untuk Kabupaten Sumedang kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto.
“Di tengah kegiatan retret kepala daerah gelombang II di IPDN, saya berdiskusi dan menyampaikan usulan pembangunan untuk Sumedang kepada dua menteri tersebut,” ungkap Dony.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sumedang dalam mengakselerasi kemajuan daerah dengan pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah. (Sugiyanto)













