SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BREAKING NEWSNASIONALNUSANTARA

Sampan Miliaran Terbengkalai, Bengkel Perawatan di Batu Bara Mangkrak

×

Sampan Miliaran Terbengkalai, Bengkel Perawatan di Batu Bara Mangkrak

Sebarkan artikel ini
Kondisi bengkel sampan milik Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara di Desa Mekar Mulio, Kecamatan Sei Balai. Terlihat beberapa unit kapal milik Pemkab dibiarkan terbengkalai dan mulai rusak. Foto: Dok. Mawartanews/Redaksi.

Batu Bara – Belasan kapal milik Pemerintah Kabupaten Batu Bara terlihat tak terawat dan terbengkalai di area bengkel sampan milik Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara, tepatnya di Desa Mekar Mulio, Kecamatan Sei Balai, Sumatera Utara.

Kondisinya memprihatinkan—sebagian berkarat, rusak, bahkan ada yang diduga hanyut atau hilang.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Bengkel yang semestinya berfungsi sebagai tempat perawatan kapal justru mangkrak tanpa aktivitas berarti.

Padahal, nilai tiap unit sampan milik pemerintah ini ditaksir mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

“Sudah bertahun-tahun bengkel ini tidak difungsikan. Kapalnya dibiarkan rusak. Kalau memang tidak digunakan lagi, seharusnya dilelang saja, daripada negara rugi terus,” kata Sunarto, warga Desa Tanjung Mulio, Kamis (5/6/2025).

Sunarto menilai Dinas Perhubungan Batu Bara seperti abai terhadap aset yang semestinya bisa dimanfaatkan atau diselamatkan.

“Kalau tidak dirawat, ya rusak. Kalau rusak terus hilang, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya.

BACA JUGA:  Pengamat Hukum Didi Sungkono Respon Positif Laporan Pengaduan Wakomindo Terkait Dugaan Korupsi Ketua PWI 

Keluhan juga datang dari Ketua DPD Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) Batu Bara, Amri Lubis.

Menurut dia, bengkel sampan seharusnya bisa menjadi tempat penyelamatan bagi nelayan yang mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

“Seharusnya bengkel ini jadi tempat pertolongan pertama bagi nelayan, bukan malah ditelantarkan,” kata Amri.

Ia juga menyoroti hilangnya mesin dari sejumlah kapal yang terbengkalai.

Amri menegaskan pihaknya akan membawa persoalan ini ke penegak hukum. “Kalau perlu, kami laporkan. Karena ini menyangkut aset negara,” tegasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan sebagian besar kapal tidak lagi memiliki mesin. Sebagian lambung kapal telah lapuk dan berlubang akibat karat dan cuaca.

Belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Batu Bara mengenai kondisi ini.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap aset daerah. Di tengah upaya efisiensi anggaran dan transparansi publik, pembiaran seperti ini patut dipertanyakan. (As)