Halmahera Tengah – Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dilanda banjir besar setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut.
Curah hujan tinggi menyebabkan sungai meluap, mengakibatkan beberapa desa terendam air. Situasi ini dinyatakan darurat dan memerlukan penanganan cepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Polda Maluku Utara segera mengirimkan ratusan personel ke lokasi untuk membantu penanganan bencana.
Tim ini bertugas memastikan keselamatan warga serta membantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., dalam keterangan persnya pada Kamis (25/7/2024) menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel dari berbagai satuan untuk mendukung upaya penanganan bencana di Halmahera Tengah.
“Kami telah mengerahkan personel dari berbagai satuan untuk menangani bencana di Halmahera Tengah. Prioritas utama kami adalah keselamatan warga dan pemulihan kondisi di wilayah yang terdampak banjir,” jelasnya.
Sebanyak 102 personel dikerahkan, terdiri dari 40 personel Brimob, 20 personel Samapta, 10 personel Dit Polairut, 1 personel Bidang Humas, 2 personel Bidang Dokes, 2 personel Bidang Propam, 2 personel Dit Intelkam, serta 25 personel dari Polres Halteng.
Kehadiran berbagai satuan ini diharapkan mampu mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pasca-banjir.
Kabidhumas juga mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk saling membantu dan bergotong-royong dalam menghadapi situasi darurat ini.
“Kami berharap masyarakat dapat bersatu padu dalam menghadapi bencana ini dan mendukung upaya pemulihan,” tambahnya.
Dengan upaya gabungan dari berbagai satuan, diharapkan situasi darurat di Halmahera Tengah dapat segera teratasi dan kondisi normal dapat segera pulih. (Cr20)













