SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Drama Pemecatan Kaur di Desa Namobatang

×

Drama Pemecatan Kaur di Desa Namobatang

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com DELISERDANG |

Suasana panas mewarnai Desa Namobatang, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, ketika sejumlah Kaur (pegawai) dipecat secara sepihak oleh Oknum Kades Sejahtera Tarigan. Peristiwa pemecatan ini bagai sebuah drama yang mengejutkan.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Beberapa Kaur, termasuk Kaur Umum/Adm, Kasipem, dan Kasipelayanan, menjadi korban pemecatan yang diduga akibat kekesalan Kades Namobatang terhadap kinerja mereka.

Menurut informasi yang dihimpun, Kades menilai bahwa para Kaur tidak bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Namun, apa yang membuat peristiwa ini semakin membingungkan adalah pembinaan yang dilakukan terhadap para Kaur. Mereka mengaku sudah mendapatkan pembinaan sebanyak tiga kali, meskipun tidak ada kesalahan yang jelas yang ditemukan dalam pekerjaan mereka.

BACA JUGA:  Anak 10 Tahun Jadi Korban Kekerasan, Ibu Tiri ASN Diduga Siram Air Panas di Medan

Salah satu Kaur yang dipecat menyampaikan, “Menurut kades, kami ini tidak bekerja dengan tupoksi kami masing-masing, sehingga dengan brutal kades melakukan pemecatan secara sepihak terhadap kami, sejak tertanggal 3 Juli 2023 lalu.”

Pertanyaan pun muncul terkait motivasi sebenarnya di balik pemecatan ini. Dugaan adanya konspirasi melibatkan pihak kecamatan juga menjadi sorotan, mengingat setiap pemeriksaan yang dilakukan tidak menemukan kesalahan pada pekerjaan para Kaur.

Puncak dramanya, Kades diduga rela menghabiskan dana besar demi melengserkan para Kaur yang menjadi target pemecatan.

Dalam situasi yang semakin memanas, para Kaur berharap ada kebijakan dari pemerintah kecamatan Namorambe untuk meninjau kembali pemecatan yang dianggap tidak sesuai dengan UU yang berlaku.

BACA JUGA:  Bupati Karo Pimpin Rapat Pembentukan Forum TJSL Perusahaan

Kisah pemecatan brutal di Desa Namobatang menjadi sorotan publik dan menimbulkan tanda tanya besar terkait proses, motivasi, dan konspirasi yang mungkin terjadi di balik layar. Masyarakat menantikan kejelasan dan keadilan dalam penanganan kasus ini. (Lamhot)