SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Menghidupkan Kembali Langkah Antipermiskinan: Guru Besar ITS Memperkenalkan Model Statistik Inovatif

×

Menghidupkan Kembali Langkah Antipermiskinan: Guru Besar ITS Memperkenalkan Model Statistik Inovatif

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, SURABAYA |

Dunia rumit pemodelan statistik mencapai puncak baru saat Profesor Dr. Vita Ratnasari SSi MSi, tokoh terkemuka di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memperkenalkan model Zero-Inflated Ordered Probit (ZIOP).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Penelitian revolusioner ini bertujuan menganalisis dinamika kemiskinan di Jawa Timur, memberikan pandangan segar tentang proses pengambilan keputusan.

Dalam pidato perkenalannya sebagai profesor ke-179 di ITS, Prof. Vita menjelaskan signifikansi data kategorial dalam survei dan pengambilan keputusan kontemporer.

“Pemerintah kini mengandalkan data kategorial untuk pembuatan kebijakan yang terinformasi, sehingga penting untuk mengembangkan model statistik yang tangguh,” tegasnya, membahas keberadaan data semacam itu dalam survei nasional.

Fokus penelitian Prof. Vita adalah kemiskinan, isu kritis sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Model Zero-Inflated Ordered Probit (ZIOP), seperti yang dijelaskan, muncul sebagai alat statistik yang serbaguna untuk mengatasi tantangan terkait nilai nol yang berlebihan dan data skala ordinal.

BACA JUGA:  ITS Raih Hibah Rp 2 Miliar untuk Perkembangan Teknologi Geomatika

Model ini khusus sesuai untuk studi kemiskinan di mana tanggapan dikategorikan menjadi tidak miskin, rentan, hampir miskin, miskin, dan sangat miskin.

Menggarisbawahi urgensi penelitiannya, Prof. Vita mengungkapkan bahwa Jawa Timur saat ini memiliki tingkat kemiskinan ke-16 tertinggi di Indonesia dengan persentase 10,49%, melampaui target pemerintah sebesar 7%.

“Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi variabel yang potensial mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Timur,” tambahnya, menegaskan perlunya analisis menyeluruh.

Temuan Prof. Vita menyarankan bahwa berbagai faktor memengaruhi tingkat kemiskinan, melibatkan aspek demografis seperti usia dan jenis kelamin, serta kondisi rumah seperti sumber air dan luas lantai sebagai indikator ekonomi. Lebih lanjut, penelitiannya menunjukkan bahwa model ZIOP unggul secara signifikan dibandingkan model Probit Ordinal konvensional.

BACA JUGA:  Profesor ITS Ciptakan Inovasi Dukungan Tegangan untuk Stabilitas Energi Terbarukan

Dengan penuh optimisme tentang dampak masa depan ZIOP dalam memahami dan menganalisis data ordinal, Prof. Vita membayangkan aplikasinya yang lebih luas di berbagai bidang.

“Pendekatan analitis ini dapat memberikan kontribusi signifikan untuk mendapatkan wawasan dan informasi yang lebih detail, terutama dalam mengatasi berbagai tantangan dihadapi Indonesia,” tegasnya.

Sebagai penutup penelitiannya yang berdampak, Prof. Vita menegaskan terbatasnya perkembangan dalam pemodelan data kategorial meskipun data yang tersedia melimpah. Harapannya adalah bahwa eksplorasi analisis data kategorial terus berkembang, memberikan solusi inovatif untuk sejumlah masalah di Indonesia. (*)

Reporter: Dedy Hu