SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NUSANTARA

Tidak Benar Ada Lokasi Judi Dadu Cafe Terbul

×

Tidak Benar Ada Lokasi Judi Dadu Cafe Terbul

Sebarkan artikel ini

MAWARTANEWS.com, PANCURBATU |

Menanggapi adanya berita media online yang mengatakan kalau di Desa Durin Jangak pulau Sari Kecamatan Pancurbatu ada judi dadu kopyok.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Aparat kepolisian sektor Polsek Pancurbatu langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan Selasa Malam (24/10/2023)

Hal itu ditegaskan Kapolsek Pancurbatu Kompol Noorman Sihite SH SIk MIK kepada wartawan di Pancurbatu Selasa (24/10/2023) malam.

Kompol Noorman Sihite SH SIK MIK menjelaskan, begitu mendapat informasi, dia bersama anggota turun ke lapangan Selasa (24/10/2023) malam untuk melakukan cek TKP. Dan ternyata, setibanya di lokasi yang disebutkan, petugas sama sekali tidak menemukan adanya masyarakat yang bermain judi

Petugas yang turun kelapangan hanya menemukan warga yang sedang minum kopi.

BACA JUGA:  PPFB Gelar Diskusi On Line, Begini Harapan Pemuda NTT

Bahkan, ungkapnya lagi, di lokasi yang dikatakan ada perjudian dadu tersebut sangat padat penduduk dan mustahil ada lokasi perjudian.

Lanjut dikatakannya, Saat berada di lokasi yang disebutkan, kami tidak melihat adanya kerumunan manusia,” ujar Kompol Noorman Sihite SH SIK MIK

Namun demikian, sambungnya, kepada masyarakat sekitar lokasi disarankan agar melapor kepada polisi jika melihat ada aktifitas permainan judi di tempat tinggal mereka.

“Usai melakukan cek TKP, kami juga menyarankan kepada warga sekitar lokasi agar melapor kepada pihak kepolisian, jika melihat ada permainan judi di sekitar tempat tinggal mereka. Karena setiap laporan yang kami terima, pasti kami tindak lanjuti dengan cara cek and richek,” ujar mantan Kapolsek Pancurbatu ini.

BACA JUGA:  Truck Tronton Tabrak Truck Tangki di Jamin Ginting, Sopir Tronton Tewas

Sementara itu, Amanta Purba (53) warga Desa Durin Jangak yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, tidak pernah ada aktivitas perjudian di Desa Kami.

Jadi kata Amanta Purba, berita yang terbit di media online tersebut Hoax dan tidak benar.

Kemungkinan besar wartawan yang membuat berita tersebut tidak melakukan cek end richek,” ujar Amanta Purba tegas.