MAWARTANEWS.com, JAKARTA |
Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI) merayakan perjalanan inspiratifnya selama 25 tahun, mengukir lebih dari 1.2 juta kisah sukses anak-anak Indonesia.
Dengan lebih dari 527 program tersebar di 199 kabupaten/kota, WVI telah menjadi agen perubahan nyata bagi anak-anak dan masyarakat yang paling rentan.
Angelina Theodora, National Director WVI, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan ini.”Setiap anak adalah cerita yang berharga. WVI bukan hanya tentang statistik, tetapi tentang mengubah kehidupan satu per satu.” ujarnya di Jakarta, Sabtu (18/11/2023).
Dalam perayaan ini, WVI menerima penghargaan SDGs Action Awards 2023 sebagai Organisasi Masyarakat Sipil terbaik dari Bappenas RI untuk program Kebun Gizi Apung di Asmat, Papua. Penghargaan ini menjadi dorongan ekstra untuk terus berkomitmen memajukan anak-anak yang paling membutuhkan.
Kisah sukses Nuria dari Sambas, Kalimantan Barat, mencerminkan bagaimana akses pendidikan dan pelatihan dari WVI mampu membuka pintu kuliah meskipun di lingkungan keluarga yang terbatas ekonominya.
Sementara Salfius dari Sanggau, Kalimantan Barat, tidak hanya meraih kesuksesan pribadi tetapi juga berkontribusi dalam menyusun Peraturan Desa Perlindungan Anak berbasis hukum adat.
Becky Tumewu, seorang Hope Ambassador WVI selama 13 tahun, berbagi cerita menjadi agen kebaikan.
“Gelar Hope Ambassador bukan hanya tentang saya. Ini tentang merayakan setiap perubahan dan mengajak lebih banyak orang untuk menjadi bagian dari perubahan itu.”
Meluncurkan Laporan Program Kesejahteraan Anak 2023, WVI menggarisbawahi bahwa perubahan tidak hanya dirasakan langsung oleh 279.327 orang, termasuk 175.252 anak, tetapi juga oleh 80 juta anak melalui penguatan kebijakan.
Wahana Visi Indonesia, dengan tekad kuat, terus bergerak maju dalam mewarnai masa depan anak-anak Indonesia. (*)













