SERGAI (MAWARTA) – Ketua Pengurus Wilayah (PW) Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., M.H., C.I.R.B.C., C.W.C., menyampaikan pesan tegas kepada jajaran Pengurus Daerah (PD) Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) periode 2026-2031.
Pesan tersebut disampaikan Dedi saat menghadiri pelantikan PD Al Washliyah Sergai periode 2026-2031 yang digelar di MTs Al Washliyah 32 atau MTs Al Kaban, Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, Sabtu (3/10/2026).
Dalam arahannya, Dedi meminta seluruh pengurus mengedepankan kekompakan, kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan amanah organisasi. Ia mengingatkan agar perbedaan kepentingan, terutama terkait jabatan, tidak sampai memicu konflik internal.
“Pesan saya kepada semua pengurus, kompak-kompaklah kalian. Jangan bertengkar, jangan bergaduh hanya gara-gara mau menjadi ketua majelis pendidikan. Jangan membuat hal-hal negatif yang bisa merusak citra Al Washliyah,” tegas Dedi.
Menurutnya, jabatan dalam organisasi bukanlah tujuan utama. Setiap posisi merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memberikan pengabdian kepada umat.
“Ngurus Al Washliyah ini ikhlas-ikhlas saja. Jangan berharap macam-macam. Jangan masuk Al Washliyah karena mau mendapatkan jabatan atau keuntungan,” ujarnya.
Dedi juga mengungkapkan adanya program dana revitalisasi untuk 131 madrasah pada tahun ini. Program tersebut mencakup sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA).
Ia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat kualitas lembaga pendidikan Al Washliyah.
“Jadikan amanah ini sebagai jalan untuk berbuat baik. Mari kita buktikan bersama bahwa Al Washliyah bisa terus hadir dan memberikan manfaat bagi umat, khususnya dalam bidang pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua PD Al Washliyah Sergai periode 2026-2031, H. Dauli Damanik, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dari jati diri sekaligus perjuangan Al Washliyah.
Menurut Dauli, dipilihnya madrasah sebagai lokasi pelantikan bukan sekadar persoalan tempat. Keputusan tersebut, kata dia, menjadi bentuk komitmen kepengurusan baru untuk memberi perhatian terhadap keberadaan madrasah dan dunia pendidikan.
“Memilih madrasah sebagai tempat pelantikan bukan karena kita tidak mampu menyewa tempat yang mahal. Justru kita ingin menunjukkan bahwa madrasah adalah bagian penting dari perjuangan Al Washliyah,” ujar Dauli.
Ia menegaskan, kepengurusan baru PD Al Washliyah Sergai tidak ingin hanya menjalankan organisasi sebatas kegiatan administratif.
Pihaknya ingin menghadirkan program konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah rencana menghidupkan kembali Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) di Kabupaten Serdang Bedagai.
Dauli menyebut, rencana tersebut akan diarahkan di atas lahan hibah masyarakat yang berada di sekitar lokasi pelantikan.
“Insyaallah, bersama Majelis Pendidikan Al Washliyah, kita berkomitmen untuk menghidupkan kembali Madrasah Aliyah Kejuruan di Kabupaten Serdang Bedagai,” katanya.
Ia berharap keberadaan MAK nantinya dapat menjadi alternatif pendidikan bagi generasi muda Sergai. Selain memperoleh pendidikan keagamaan, para siswa juga diharapkan mendapatkan keterampilan yang menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.
Pelantikan PD Al Washliyah Sergai periode 2026-2031 tersebut turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sergai, Anggota DPRD Sumatera Utara dari Fraksi PPP Sugiati, S.Ag., Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah H. Zulkifli Sitorus, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.
Kepengurusan baru tersebut diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menghadirkan program pendidikan yang konkret dan bermanfaat bagi masyarakat Serdang Bedagai. (*)















